Alhamdulillah
Ketika iblis menolak bersujud kepada Adam, maka Allah
mengusir dari langit. Dan dia berhak mendapatkan laknat Allah sampai dhari
kiamat. Maka Allah berfirman terkait dengannya:
فاخرج منها فإنك
رجيم ، وإن عليك لعنتي إلى يوم الدين (سورة ص: 77-78)
“Allah berfirman:
"Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang
terkutuk. Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan." (QS.
Shaad: 77-78)
Kemudian dia meminta kepada Allah untuk ditangguhkan sampai
hari kebangkitan, maka Allah telah memberikan tangguh dalam firman-Nya:
“Iblis menjawab:
'Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.'
Allah berfirman: 'Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."
(QS. Al-A’raf: 14-15)
Ketika iblis telah merasa aman dari kebinasaan, maka dia
membangkang:
“Iblis menjawab:
'Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan
(menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan
mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari
kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur
(taat).” (QS. Al-A’raf: 16-17)
Ketika iblis mengatakan seperti itu, maka Allah berfirman
kepadanya,
“Dia (iblis) berkata:
"Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku?
Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat,
niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil."
Tuhan berfirman: "Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti
kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai
suatu pembalasan yang cukup. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di
antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan
berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka
pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang
dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” (Qs. Al-Isra:
62-64)
Dari sini setan telah mengumumkan permusuhaan busuk kepada
anak Adam. Maka dia memulai dengan menghias kemaksiatan dan menggoda dengan
mereka untuk melakukan perkara haram dan kemunkaran. Sehingga banyak orang
terpedaya, sehingga terjerumus dalam kemaksiatan dan kemunkaran.
ولقد صدق عليهم
إبليس ظنه فاتبعوه إلا فريقاً من المؤمنين (سورة سبأ: 20)
“Dan sesungguhnya
iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu
mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.” (QS
Saba: 20)
Semua prilaku anak adam, seperti kekufuran, pembunuhan,
permusuhan, kebencian, merebaknya kejelekan dan perzinaan, para wanita yang
bersolek di muka mumum, meminum khamar, menyembah berhala dan melakukan dosa
besar, itu semua adalah jalan setan untuk menghalangi manusia dari jalan
Allah dan merusak orang-orang agar terjerumus bersamanya ke dalam neraka
Jahanam.
يا أيها الذين
آمنوا إنما الخمر والميسر والأنصاب و الأزلام رجس من عمل الشيطان فاجتنبوه
لعلكم تفلحون ، إنما يريد الشيطان أن يوقع بينكم العداوة والبغضاء في الخمر
والميسر ويصدكم عن ذكر الله وعن الصلاة فهل أنتم منتهون (سورة المائدة :
90-91)
“Hai orang-orang yang
beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala,
mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan seitan. Maka jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan
itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu
lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari
mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan
pekerjaan itu).” (QS. Al-Maidah: 90-91)
Allah telah memperingatkan kepada kita berjalan di belakang
setan dan mengikuti langkah-langkah setan dalam firman-Nya: “Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah setan.
Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan
itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.” (QS. An-Nur:
21)
Kalau seseorang berpaling dari Allah, maka setan akan
menguasainya dan mengajaknya kepada kerusakan dan kecongkakan, “Tidakkah
kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada
orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma'siat dengan
sungguh-sungguh?,” (QS. Maryam: 83)
Setiap orang yang berpaling dari Allah dan berjalan di
belakang setan, maka dia telah merusak diri dan rugi dunia akhirat.
"Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi
pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.”
(QS. An-Nisa: 119)
Setan telah menempuh cara yang menarik perhatian, sehingga
kebanyakan orang tertipu dan terbuai untuk melakukan amalan-amalan buruk,
sehingga menyeret mereka ke neraka jahanam, dan itu adalah tempat yang
paling jelek.
“Setan itu memberikan
janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka,
padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.
Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari
padanya.” (QS. An-Nisaa: 120-121)
Permusuhan setan dengan Adam dan keturunannya adalah
permusuhan lama. Ketika Allah mempersilahkan Adam bersama istrinya untuk
tinggal di surge, setan setan mendatangi Adam dan menggodanya melakukan
kemaksiatan. Adam mengikutinya dengan perkiraan dia bersikap jujur (dalam
memberikan nasehat). Sehingga Adam berbuat maksiat kepda Allah dan akhirnya
dikeluarkan dari surge, namun kemudian dia bertaubat dan Allah menerima
taubatnya. Allah telah memperingatkan kepada kita agar jangan taat kepada
setan dalam firman-Nya:
يا بني آدم لا
يفتننكم الشيطان كما أخرج أبويكم من الجنة (سورة الأعراف: 27(
“Hai anak Adam,
janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah
mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga.” (QS. Al-A’raf: 27)
Ketika permusuhan setan kepada manusia Nampak dengan jelas,
maka Allah memerintahkan kepada kita untuk berhati-hati dengannya. Dan
mengumumkan peperangan dengannya dan serta permusuhan dengannya.
“Sesungguhnya setan
itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya
setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni
neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fatir: 6)
Allah telah memberikan kepada kita petunjuk dengan memohon
perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk setiap kali kita ada
keinginan untuk berbuat kemaksiatan dalam firman-Nya: “Dan
jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan
kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.” (QS. Fushilat: 36)
Pada hari kiamat, hari kejujuran dan keadilan. Maka setan
mengaku akan kejahatannya dan mengumumkan di hadapan para makhluk bahwa
Allah adalah benar sementara dia adalah pembohong. Tidak ada celaan baginya,
akan tetapi celaan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikutinya. Setiap
orang yang mengikutinya akan menyesal, akan tetapi waktu itu tidak
bermanfaat lagi penyesalan itu.
وقال الشيطان
لما قضي الأمر إن الله وعدكم وعد الحق ووعدتكم فأخلفتكم وما كان لي عليكم من
سلطان إلا أن دعوتكم فاستجبتم لي فلا تلوموني ولوموا أنفسكم ما أنا بمصرخكم وما
أنتم بمصرخي إني كفرت بما أشركتمونِ من قبل إن الظالمين لهم عذاب أليم (سورة
إبراهيم: 22)
“Dan berkatalah setan
tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah
menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu
tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu,
melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab
itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku
sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat
menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan
aku (dengan Allah) sejak dahulu." Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu
mendapat siksaan yang pedih.” (QS. Ibrahim: 22) .
Sumber: Kitab Ushuludin Al-Islami, karangan Syekh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri