Alhamdulillah
Jawabannya ada dua macam,
Pertama, jawaban secara global. Hendaknya
seorang mukmin berkeyakinan bahwa semua perbuatan Allah tidak lain pasti ada
hikmah yang tinggi dan tujuan yang terpuji. Hal itu tidak harus setiap orang
mengetahui hal ini. Dan ini termasuk salah satu bentuk ujian sebagaimana
Firman-Nya, ‘Kami menguji kamu semua agar mengetahui siapakah yang paling
bagus amalannya.’
Kedua, jawaban secara rinci. Al-Qur’an datang
dengan memakai Bahasa Arab, dan dalam bahasa arab, penggunaan jama’ (banyak)
dibenarkan untuk satu. Sebagaimana penggunaan mufrad (satu) untuk satu. Akan
tetapi penggunaan jama’ itu untuk pengagungan. Tidak seorangpun yang lebih
agung dibandingkan Allah. maka penggunaan kata mufrad (satu) untuk
menegaskan Dia hanya satu tidak disekutukan dengan lainnya. Sementara
penggunaan kata jama’ untuk menegaskan keagungan-Nya Subhanahu.
Ibnu Taimiyah rahimahullah mempunyai
perkataan yang dapat kita ambil manfaatnya dalam masalah ini, di kitab
‘Majmu’ Fatawa, 5/128: “Sementara qurb (dekat) yakni dekat dengan Allah,
maka terkadang digunakan dengan kata mufrad (satu) seperti firman-Nya:
( وإذا سألك عبادي عني فإني قريب أجيب دعوة الداع .. )
“Kalau hamba-Ku bertanya kepadamu (wahai
Muhammad) tentang diri-Ku. Maka sesungguhnya Saya itu dekat, Saya akan
mengabulkan orang yang berdoa.’
Dan dalam hadits,
( إن الذي تدعونه أقرب إلى أحدكم من عنق راحلته )
“Sesungguhnya yang kamu semua minta (doa) itu
lebih dekat kepada salah satu diantara kamu semua dibandingkan dengan leher
kendaraan (unta).’
Terkadang menggunakan dengan kata jama’
(plural) seperti firman-Nya:
( ونحن أقرب إليه من حبل الوريد )
“Dan Kami lebih dekat dengannya dibandingkang
dengan urat nadi.’ Dan ini seperti firman-Nya, ‘Kami bacakan kepada kamu
semua’ ‘Kami ceritakan kepada anda’. Kata ‘Kami bacakan’ dan ‘Kami
ceritakan’ dan semisalnya, penggunaan kata ini dalam ucapan arab untuk satu
yang agung yang dia mempunyai pembantu yang mentaatinya. Kalau pembantunya
melakukan sesuatu dengan perintahnya. Dia mengatakan, ‘Kami itelah
melaksanakannya. Sebagaimana perkataan raja, ‘Kami taklukkan negara ini dan
kami kalahkan tentara ini. Dan semisal itu. silahkan lihat jawaban
lengkapnya pada perkataan yang penting di soal no.
606.
Wallahu’alam .