Alhamdulillah
Terkait dengan surat yang
anda tanyakan, maka nama-namanya telah dikenal disertai dengan no
(urutannya) adalah sebagai berikut,
1.
Surat
Al-Hamdu adalah
surat Al-Fatihah no: 1
2.
Surat
Inna fatahna adalah
surat Al-Fath no: 48
3.
Allahu As-Somad, adalah
surat Al-Ikhlas no: 112
4.
Amma
yatasaalun adalah
surat An-Naba’ no: 78
5.
Ayat
"لا
إله
إلا
أنت
سبحانك
إني
كنت
من
الظالمين"
ia termasuk surat Al-Anbiya’ no: 21 dan ayat : 87.
Kemudian saya ingin ingatkan
kepada anda berikut ini:
Pertama, kitab ‘Dalailul
Khairat’ di dalamnaya ada hadits lemah, palsu dan perkara yang tidak sesuai
dengan kebenaran. Maka tidak boleh dijadikan pegangan.
Kedua, terjemah Al-Qur’an
Al-Karim ke bahasa Inggris atau bahasa lainnya bukan termasuk Al-Qur’an dan
tidak punya hukum seperti Al-Qur’an. Akan tetapi ia seperti tafsir.
Sementara Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan dengan memakai Bahasa
Arab yang Jelas.
Ketiga, Al-Ahad dan As-Somad
adalah dua nama agung di antara nama-nama Allah yang indah
Keempat, penentuan bilangan
bacaan surat ‘Qul Huwallahu Ahad 500 kali dan bacaan ayat
"لا
إله
إلا
أنت
سبحانك
إني
كنت
من
الظالمين"
100 kali adalah perkara yang tidak ada dalil yang benar dari Al-Quran, tidak
juga dalam sunnah Nabi sallallahu alaihi wa sallam. Maka tidak dibolehkan
berpanduan pada bilangan ini. Akan tetapi lakukan apa yang telah ada dalam
sunnah yang shahih terkait dengan surat itu dan ayat ini. Di antara
keutamaan dari surat Al-Ikhlas adalah:
Dari Qatada bin Nu’man
radhiallahu anhu sesungguhnya seseorang berdiri (shalat) pada zaman Nabi
sallallahu alaihi wa sallam membaca waktu subuh ‘Qul Huwallahu Ahad’ tidak
ditambah lagi. Ketika pagi hari, seseorang itu mendatangi Nabi
sallallahu’alaihi wa sallam. Hal itu diceritakan kepada beliau sepertnya
seseorang itu meremehkannya. Maka Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam
bersabda, “Demi jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya ia setara dengan
sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari, no. 4627)
Dalam riwayat Ahmad dari Abu
Said Al-Khudri radhiallahu anhu seseorang berkata, Wahai Rasulullah!
Sesungguhnya saya mempunyai tetangga, ketika menunaikan qiyamul lail tidak
membaca kecuali ‘Qul Huwallahu Ahad’ seakan-akan dia meremehkannya. Maka
Nabi sallallahu’alaih wa sallam bersabda, “Demi jiwaku yang ada
ditangan-Nya, sesungguhnya ia setara sepertiga Al-Qur’an.” (Al-Musnad,
10965)
Dari Abu Said Al-Khudri
radhiallahu anhu berkata, Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Apakah
salah seorang di antara kamu tidak mampu membaca sepertiga Al-Qur’an dalam
semalam." Mereka merasa berat dengan hal tersebut. Sehingga mereka
mengatakan, “Siapakah diantara kita yang mampu hal itu wahai Rasulullah?"
Maka beliau bersabda, “Allah Al-Wahid As-Shomad, itu sepertiga AL-Qur’an.”
(HR. Bukhari, 4628)
Dari Aisyah radhiallahu anha,
sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wa sallam biasanya ketika akan berbaring
di ranjangnya setiap malam, beliau menyatukan dua telapak tangannya kemudian
meniup di keduanya. Dan dibacakan keduanya ‘Qul Huwalahu Ahad (Al-Ikhlas),
Qul A’udzubirabil Falaq (Al-Falaq) dan Qul A’udzubirabbin Nas (An-Nas)’
kemudian dengan keduanya beliau mengusap seluruh tubuh yang mampu diusap.
Dimulai dari kepala dan wajahnya dan yang di depan tubuhnya. Hal itu
dilakukan tiga kali." (HR. Bukhori, no. 4630)
Dari Aisyah Radhialahu anha
sesungguhnya Nabi sallalahu alaihi wa sallam mengutus seseorang pada suatu
peperangan. Biasanya dia membaca (surat dari Al-Quran) untuk para
shahabatnya dalam shalatnya dan diakhiri dengan ‘Qul Huwallahu Ahad’ ketika
pulang, para shahabat menceritakan hal itu kepada Nabi sallallahu alaihi wa
sallam. Beliau bersabda, “Tanyakan kepadanya, kenapa dia dia melakukan hal
itu. Kemudian mereka menyanyakan kepadanya. Kemudian dia menjawab, “Karena
ia termasuk sifat Ar-Rahman dan saya senang membacanya." Maka Nabi
sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Beritahukan kepadanya bahwa Allah
mencintainya." (HR. Bukhari, no. 6827)
Dari Abdurahman bin Abza dari
Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam biasanya shalat witir dengan
(membaca) ‘Sabbihis marabbikal a’la, Qul Yaayuhal Kafirun, dan Qul Huwallahu
Ahad. Ketika telah selesai membaca, “سبحان
الملك
القدوس
“ (Maha suci
Tuhan Yang disucikan) tiga kali. Dan terakhir kali dipanjangkan.” (HR.
An-Nasa’i: 1721)
Dari Uqbah bin ‘Amir, dia
berkata, saya bertemu dengan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dan
beliau berkata kepadaku, “Wahai Uqbah bin Amir, maukah anda saya ajarkan
surat yang belum (pernah) diturunkan di Taurat, Zabur juga di Injil tidak
juga di Al-Furqan sepertinya. Janganlah ketika malam datang kecuali anda
benar-benar telah mambacanya, yaitu keduanya ‘Qul Huwalahu Ahad (Al-Ikhlas),
Qul A’udzubirabil Falaq (Al-Falaq) dan Qul A’udzubirabbin Nas (An-Nas)’
Uqbah mengatakan, “Tidak datang suatu malam melainkan aku telah membacanya.
Dan aku telah berjanji untuk tidak meninggalkannya apa yang telah Rasulullah
sallallahu alaihi wa sallam perintahkan kepadaku.” (Musnad Ahmad, 16810)
Dari Abu Hurairah radhiallahu
anhu sesungguhnya Nabi sallallahu’alaihi wa sallam mendengar seseorang
membaca ‘Qul Huwalllahu Ahad (Al-Ikhlas). Maka beliau bersabda, “Telah
diharuskan baginya?" Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah apa yang diharuskan
baginya."Beliau bersabda, “Diharuskan baginya masuk surga.” (HR. Imam Ahmad,
7669)
Nabi sallallahu’alaihi wa
sallam bersabda, “yang membaca (Qul Huwalllahu Ahad (Al-Ikhlas) sepuluh
kali, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.” (Shahih Al-Jami
As-Shagir, 6472)
Maka bacalah terserah anda
beberapa kali tanpa ada batasan terentu atau waktu tertentu atau cara
tertentu yang tidak ada aturan dari agama. Sementara ayat yang ada di surat
Al-Anbiya yaitu firman Allah Ta’ala:
لا
اله
الا
أنت
سبحانك
إني
كنت
من
الظالمين
“Tiada tuhan melainkan
Engkau, Maha suci Anda sesungguhnya saya termasuk orang-orang yang dholim.
Di antara yang
ada terkait dengan keutamaannya adalah berikut ini:
Dari Saad
berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Doa Dzun Nun yang
beliau panjatkan saat berada di dalam perut ikan paus
لا
اله
الا
أنت
سبحانك
اني
كنت
من
الظالمين
“Tiada tuhan melainkan
Engkau, Maha suci Anda sesungguhnya saya termasuk orang-orang yang dholim.
Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa denganya terhadap sesuatu,
kecuali Allah akan kabulkan baginya.” (HR. Tirmizi, 3427 dishahihkan dalam
Shahih Al-Jami, no. 3383)
Nabi sallallahu alaih wa
sallam bersabda, “Apakah kamu mau saya beritahukan sesuatu yang apabila
salah seorang di antara kalian tertimpa bencana atau musibah dari urusan
dunia, kemudian dia berdoa dengannya, maka dia akan terlepaskan. Yaitu
doanya Dzun Nun:
لا
اله
الا
أنت
سبحانك
اني
كنت
من
الظالمين
“Tiada tuhan melainkan
Engkau, Maha suci Anda sesungguhnya saya termasuk orang-orang yang dholim."
(HR. Hakim, terdapat dalam Shahih Al-Jami, 2605)
Kami memohon kepada Allah
agar kami, anda dan seluruh saudara kita dari kalangan umat islam agar
diberi taufik agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan amal yang shaleh. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi kita Muhamammad sallallahu’alaihi wa sallam.