Al-Hamdulillah. Sesungguhnya apabila seseorang meninggal di luar Islam, tidak
akan mungkin masuk Surga berdasarkan firman Allah:
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah,
maka pasti Allah mengharamkan kepadanya jannah, dan tempatnya ialah naar,
tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun." (Al-Maa-idah
: 72)
Sementara semua amal kebajikan yang dilakukannya padahal ia masih kafir,
tidak akan berguna di akhirat sedikitpun, dan tempat kembalinya adalah Neraka.
Dasarnya adalah firman Allah:
"Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali
tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk
orang-orang yang rugi.." (Ali Imraan : 85)
Demikian juga firman Allah:
" Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan
amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan..." (Al-Furqaan : 23)
Juga firman Allah:
" Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan
akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan
selain dari apa yang telah mereka kerjakan.." (Al-A'raaf : 147)
Aisyah -Radhiallahu 'anha-- pernah bertanya persis dengan yang ditanyakan
oleh penanya di atas: "Wahai Rasulullah! Ibnu Juz'an dahulu di masa jahiliyyah
selalu menjaga hubungan silaturrahmi dan memberi makan fakir miskin. Apakah
itu berguna baginya di akhirat?" Beliau menjawab: "Tidak akan berguna
baginya. Karena ia tidak pernah mengucapkan: "Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku
di Hari Pembalasan nanti." (HR. Imam Muslim dalam Shahih-nya 214)
Adapun apabila orang kafir itu belum mendengar tentang Islam dan belum sampai
dakwah kepadanya, maka Wallahu A'lam, Allah akan mengujinya di Hari Kiamat
nanti.