Alhamdulillah
Ketahuilah bahwa sesungguhnya fase pubertas
merupakan fase yang paling berbahaya yang dilalui seseorang.
Karena ketika itu dia sedang mengalami
perubahan secara biologis, akal, persaan, seksual. Dan setan sangat berupaya
untuk menyesatkannya dalam fase ini dengan segala daya upaya yang dapat
dilakukan. Karena itu, wajib bagi seorang remaja puber berhati-hati terhadap
dirinya.
Berikut nasehat kami
kepada mereka yang berada dalam fase ini;
Pertama,
Berusaha untuk melakukan
ketaatan baik yang wajib maupun yang sunnah. Berusaha menjauhi dari yang
haram, syubhat dan yang makruh. Diantara sarana-sarana yang dapat
menyelematkan terjerumus dalam jeratan syetan dan menjauhkan seorang hamba
dari kemaksiatan kepada Allah adalah:
- Hendaklah selalu merasa
terawasi oleh Allah Ta'ala dan menghadirkan
keagungan-Nya. Khususnya ketika sedang dalam keadaan sendiri.
Seorang penyair berkata,
إذا ما خلوت
الدهر يوماً فلا تقل خلوت ولكن قل علي رقيب
ولا تحسبن الله يغفل ســاعـة ولا أن ما تخفي عليه يغيـب
"Jika engkau sedang
sendiri, jangan katakan 'aku sedang menyendiri', akan tetapi katakan,
'Diriku ada yang mengawasi'.
Jangan engkau kira Allah
lalai walau sesaat atau tidak tahu terhadap apa yang engkau sembunyikan.
Penyair yang lain
berkata,
وإذا خلوت
بريبة في ظلمة والنفس داعية إلى الطغيان
فاستحي من نظر الإله وقل لها إن الذي خلق الظلام يراني
Jika engkau menyendiri dalam sebuah di
kegelapan, sedangkan hawa nafsu selalu mengajak pada pada kedurhakaan
Malulah dengan penglihatan Tuhan, katakan
pada jiwa, sesungguhnya Pencipta kegelapan dapat melihat aku.
- Jangan turuti
langkah-langkah setan.
Allah Ta'ala berfirman,
( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ
الشَّيْطَانِ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ
بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ) النور/21
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti
langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan
perbuatan yang keji dan yang mungkar."
(QS. An-Nur: 21)
Langkah-langkab setan
ibarat rantai, jika kita menurutinya, maka dia tidak akan berhenti.
Dan setiap langkah berikutnya lebih berat dari
sebeumnya, kecuali jika seseorang lekas menyadari dengan meninggalkannya dan
bertaubat.
- Bertaubat atas segala dosa.
Dosa pasti dialami setiap muslim, akan tetapi
yang diwajibkan padanya adalah meninggalkannya segera dan bertaubat, bukan
bersikeras terus menerus melakukannya.
Allah Ta'ala berfirman,
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا
أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ
الذُّنُوبَ إِلاَّ اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ
يَعْلَمُونَ (سورة آل عمران: 135)
"Dan (juga) orang-orang yang apabila
mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan
Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang
dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan
perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali Imran: 135)
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ
التَّوَّابُونَ (رواه ابن ماجة برقم
4251)
"Setiap Anak Adam sering berbuat salah, dan
sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang bertaubat." (HR.
Ibnu Majah, no. 4251)
Syekh Al-Albany menyatakan bahwa hadits ini
hasan.
- Mengingat kematian dan perjumpaan dengan
Allah.
Siapa yang menyadari bahwa kematian dapat
datang tiba-tiba, dan bahwa dia akan berjumpa dengan Allah saat akan
ditanya tentang amalnya, maka dirinya akan takut berbuat dosa.
- Selalu kembali kepada Allah dengan berdoa
semoga dirinya diberi taufiq untuk melakukan ketaatan dan meninggalkan
kemunkaran. Allah tidak akan
menyia-nyiakan orang yang berdoa kepada-Nya. Allah Ta'ala berfirman,
وَإِذَا
سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا
دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُم يَرْشُدُونَ
(سورة البقرة: 186)
"Dan apabila
hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya
aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia
memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku)
dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam
kebenaran." (QS. Al-Baqarah: 186)
Kedua:
Upayakan bergaul dengan orang-orang saleh dan
jauhi pergaulan yang buruk. Karena seorang teman itu cenderung menarik
temannya. Sebagaimana dikatakan,
عن المرء لا تسأل وسل عن قرينه فكل قرين بالمقارن يقتدي.
Tentang seseorang jangan
tanya (siapa dia), tapi tanyalah siapa temannya, maka setiap teman akan
mengikuti orang yang dia temani."
Ketiga:
Hendaknya anda
menyibukkan waktu-waktu anda dengan sesuatu yang bermanfaat dalam urusan
agama dan dunia. Hati-hati dengan waktu kosong, padanya terdapat bahaya yang
besar dalam fase ini.
Keempat:
Jika engkau ingin
mendapatkan simpati orang lain, maka berlaku baiklah kepada mereka dan
perbaiki akhlakmu. Tolong menolonglah bersama mereka dan penuhilah kebutuhan
mereka. Dengan hal itu engkau akan dapat meraih simpati mereka.
Bukankah anda mengetahui
perkataan seorang penyair,
أحسن إلى الناس تستعبد قلوبهُمُ * فطالما استعبد الإنسانَ
إحسانُ
Berbuat baiklah kepada orang lain, niscaya
engkau dapat memikat hati mereka
Manusia selalu akan tertawan hatinya dengan
perbuatan baik.
Diantara kata
bijak dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu adalah
اُمنُنْ على من شئت تكن
أميره ، واحتج إلى من شئت تكن أسيره ، واستغن عمن شئت تكن نظيره
"Berbuat baiklah kepada orang yang engkau
suka, maka engkau akan menjadi pemimpinnya, dan butuhlah kepada orang yang
engkau suka, maka engkau akan menjadi tawanannya. Merasa cukuplah dari orang
yang engkau kehendaki, maka engkau akan menjadi mitranya."
Akan tetapi kami akan sampaikan kepadamu
ucapan pamungkas untuk memikat hati manusia dan meraih cintanya. Allah
Ta'ala berfirman,
( إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ
الرَّحْمَنُ وُدًّا (سورة مريم:
96)
"Sesungguhnya orang-orang
yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan
menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (QS. Maryam: 96)
Qatadah rahimahullah berkata tentang tafsir
dalam ayat ini, "Demi Allah, di hati orang-orang beriman. Diriwayatkan
kepada kami Haram bin Hayyan berkata, 'Tidaklah seorang hamba menghadap
Allah dengan hatinya, kecuali Allah akan mengalihkan hati orang-orang
beriman kepadanya, sehingga dia diberi karunia berupa kecintaan dan kasih
sayang mereka (terhadapnya)." (Tafsir Ath-Thabari, 18/266)
Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ
إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ ؛ قَالَ : فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ
يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا
فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، قَالَ : ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ
الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ !! وَإِذَا أَبْغَضَ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ
فَيَقُولُ إِنِّي أُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضْهُ ، قَالَ فَيُبْغِضُهُ
جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي أَهْلِ السَّمَاءِ : إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ
فُلَانًا فَأَبْغِضُوهُ ، قَالَ فَيُبْغِضُونَهُ ، ثُمَّ تُوضَعُ لَهُ
الْبَغْضَاءُ فِي الْأَرْضِ !! (رواه البخاري، رقم
7485
ومسلم، رقم
2637)
"Sesungguhnya, jika Alah mencintai seorang
hamba, Dia memanggil Jibril dan berkata, "Sungguh, aku mencintai si fulan,
maka hendaklah engkau mencintainya. Maka Jibril mencintainya, dan dia
menyeru kepada penduduk langit dan berkata, "Sesungguhnya Allah mencintai
fulan, hendaklah kalian mencintainya." Maka penduduk langitpun mencintainya.
Kemudian ditetapkan baginya penerimaan di muka bumi. Adapun jika Dia
membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berkata kepadanya,
"Sungguh aku membenci fulan, maka hendaklah engkau membencinya. Maka Jibril
membencinya, kemudian memanggil penduduk langit, "Sesungguhnya Allah
membenci fulan, maka hendaklah kalian membencinya. Maka merekapun
membencinya. Maka ditetapkan baginya kebencian di muka bumi." (HR. Bukhari,
no. 7485, Muslim, no. 2637)
Perhatikanlah wahai hamba Allah, bahwa
memikat hati manusia dan meraih cinta mereka bukanlah kemampuan kita dan
orang selain kita. Akan tetapi hal itu berada di tangan Allah Subhaanahu wa
ta'ala. Dialah yang menyatukan hati manusia, Dia pula yang menjauhkannya
satu sama lain, Dia yang Memberi dan Dia yang Mencegah, Dia yang menaikkan
dan Dia yang menurunkan. Semua itu merupakan pertanda rububiyah Allah Ta'ala
terhadap makhluknya.
Adapun bagaimana meraih cinta Allah Ta'ala,
maka ini merupakan tuntutan bagi setiap hamba beriman. Itu merupakan tujuan
agung yang hanya dapat ditempuh dengan satu jalan, yaitu taat dan mengikuti
sunah Nabinya. Allah Ta'ala berfirman,
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي
يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ
رَحِيمٌ (سورة آل عمران:31)
"Katakanlah: "Jika kamu
(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali
Imran: 31)
Dari Abu Hurairah dia
berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ
آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ
إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ
إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ
سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ
الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِي
لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ ، وَمَا تَرَدَّدْتُ
عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ
الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ (رواه البخاري، رقم
6502)
"Sesungguhnya Allah berfirman, 'Siapa yang
memusuhi waliku, maka Aku umumkan peperangan terhadapnya. Tidak ada yang
lebih Aku cintai dari ibadah yang dilakukan Hamba-Ku selain apa yang telah
Aku wajibkan kepadanya. Dan jika hamba-Ku bertaqarrub kepada-Ku dengan
perkara-perkara sunah, niscaya Aku akan mencintainya. Jika aku telah
mencintainya, maka Aku (memelihara) pendengarannya yang dia gunakan untuk
mendengar, Aku (memelihara) penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat
dan Aku (memelihara) tangannya yang dia gunakan untuk memukul, Aku
(memelihara) kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia bertanya
kepadaku, niscaya akan aku akan penuhi, dan jika dia minta perlindungan
kepada-Ku niscaya akan Aku lindungi. Tidak ada sesuatu yang aku ragu
melakukannya selain terhadap orang beriman yang membenci kematian sedangkan
Aku tidak ingin menyakitinya." (HR. Bukhari, no. 6502)
Adapun jika setelah itu ada sekelompok orang
yang-orang yang suka menebarkan kerusakan dan kemungkaran di tengah
orang-orang beriman dan mereka menghendaki keburukan bagimu dan memintamu
mengikuti jalan mereka, lalu mereka merasa kesal karena anda selalu berada
di jalan Allah dan berusaha untuk tetap melaksanakan ketaatan dan
cabang-cabang keimanan, maka anda tidak perlu ambil pusing dengan permusuhan
mereka, wahai hamba Allah. Terulah
berjalan di jalan anda yang lurus dan jadilah hamba-hamba-Nya yang saleh.
إِذا رَضِيَتْ عَنِّي كِرامُ عَشيرَتي فَلا زالَ غَضْباناً عَلَيَّ لِئامُها
Jika orang-orang mulia dari kaumku ridha
kepadaku, maka orang-orang tercela dari mereka selalu memusuhiku
Kami tekankan disini
kepada mereka tentang pentingnya berbuat baik kepada kedua orang tua. Maka
adalah orang yang paling berhak untuk mendapatkan perlakukan baik dan orang
yang paling berhak untuk diraih hatinya. Dalam hal ini harus dihadirkan
kesabaran. Kadang orang tua memandang anda masih kecil, karena walaupun anda
sudah besar, namun di mata kedua orang tua anda masih kecil. Kemudian,
keduanya memiliki hak sebagai pemimpin, juga hak merawat dan mendidik anda.
Keduanya telah diserahkan amanah terhadap anda dan bertanggung jawab di
dunia dan akhirat untuk memberikan pendidikan akhlak kepadanya, memelihara
hukum-hukum agama dan menghormati tata krama masyarakat serta adat istiadat
mereka selama tidak bertentangan dengan syariat Allah. Hal ini sering
bertentangan dengan hawa nafsu anak usia puber, sehingga anda mengalami
perasaan seperti yang anda sampaikan dan menganggap bahwa diri anda
mengalami problem. Maksud saya adalah menggabungkan antara perasaan anda
sebagai anak usia puber yang selalu ingin memenuhi harapan dan emosinya
dengan kewajiban anda untuk menjaga akhlak dan menjaga hak kepemimpinan dan
pendidikan yang dilimpahkan kepada kedua orang tua anda.
Dengan demikian, anda
telah mengetahui jawabannya. Apabila sang teman tersebut termasuk
orang-orang yang baik, maka jagalah pertemenan tersebut. Berusahalah agar
mendapatkan cintanya dan selalu bergaul dengannya. Tapi jika teman tersebut
termasuk orang-orang yang rusak, maka hendaklah anda menghindar dan menjauh
darinya, akhirnya dia pun akan menjauh dari anda.
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ
وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ
مُبَرَّأُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (سورة
النور: 26)
"Wanita-wanita yang keji
adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk
laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang
baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh
mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia
(surga)." (QS. An-Nur: 26)
Wallahua'lam
.